TIPS MELATIH KEMAMPUAN SPRINT BERSEPEDA

Bicara soal sepeda, tak akan luput dari aktivitas out door dan kecepatan. Bicara soal kecepatan, jika Sobat adalah seorang pesepeda anthusiast maka kecepatan termasuk hal yang pasti Sobat perhitungkan dalam bersepeda. Meski bukan seorang cyclist profesional, kemampuan sprint kala bersepeda tentu memberikan kepuasan tersendiri. Nah, atas dasar hal tersebut berikut kami reposting TIPS MELATIH KEMAMPUAN SPRINT BERSEPEDA yang mungkin pernah diulas oleh rekan lain sebelumnya.

tips melatih sprint sepeda

Berikut Tips Melatih Kemampuan Sprint Bersepeda Sobat. Ingat ‘Practice, Make Perfect’ :

Hill sprints :
Melatih kemampuan sprint dengan memanfaatkan trek/jalur tanjakan, bertujuan untuk melatih kemampuan power output dengan cara melawan Gradien. Latihlah kamampuan tersebut 20-40 detik dan terus meningkat. Latihan tersebut ini idealnya dilakukan dalam gigi (Chainring) yang besar. Tentukan lokasi trek rolling (turunan-tanjakan) yang cepat, Latih kemampuan Hill Sprint dilokasi tersebut turun dengan cepat dan naik dengan cepat. Tingkatkan kemampuan Hill Sprint dengan rolling yang panjang.

 

Jumps Sprint:
Dapat dilakukan sendiri atau dengan patner anda, atur kecepatan tiap 10 detik. Sprint pertama dengan kecepatan normal, lanjutkan dengan recovery (pemulihan), 10 detik selanjutkan sprint kembali dengan kecepatan lebih tinggi. Lakukan berulang-dua atau tiga kali dengan total sprint 5 menit dan recovery 5 menit.

Go long:
Hampir sama dengan Jumps Sprint, akan tetapi dengan trek lebih panjang dan interval lebih lama. Anda dapat menggunakan Tiang listrik sepanjang jalan sebagai patokan interval sprint dan recovery. Usahakan speed terus meningkat, jika sudah mulai menurun segera hentikan latihan dan coba istirahat sejenak.

Play racing:
Practice make perfect, setelah melakukan beberada basic sprint saatnya simulasi pada rute jarak jauh. Selain meningkatkan endurance anda, latihan sprint dengan kecepatan yang sudah diatur dapat terus meningkatkan performa sprint rider. Dapat dimulai dengan 30mph dan terus meningkat. Atur strategi interval recovery (pemulihan) untuk melakukan sprint selanjutnya. Sesi latihan seperti ini juga berguna untuk mengembangkan taktik tim dan menemukan pembalap yang layak menjadi sprinter tim anda.

Get tracking:

Bergabunglah dengan klub sepeda, biasanya mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman bersepeda outdoor (Tracking), dengan beragam jenis track, dan diantara anggota komunitas/klub tersebut setidaknya memiliki pengalaman terkait teknik bersepeda dan pengembangan potensi power (pedalling dan cadence optimal), hal ini dapat membantu Sobat meningkatkan kemampuan sprint dan kemampuan teknis bersepeda. Lebih bagus lagi jika tempat Sobat bergabung adalah klub yang di-manageprofesional, yang memungkinkan adanya ‘coaching clinic’. Dengan bergabung dengan klub sepeda setidaknya kita memiliki model/contoh figur cyclist dengan kemampuan baik.

Pada umumnya, sprint hanya dilakukan hanya beberapa detik maksimal adalah 30 detik. Untuk detik pertama atau kedua dari sprint, Anda akan menggunakan energi tinggi dan senyawa-unit dasar energi dalam tubuh-ATP (Adenosin trifosfat).

Energi memuncak pada 10 detik pertama, tubuh anda beralih ke senyawa lain yaitu kreatin fosfat (CP), untuk menghasilkan lebih banyak ATP. Semua ini dilakukan tanpa membutuhkan oksigen (anaerobik).
Selama 10 detik melakukan sprint, ATP yang dihasilkan memecah karbohidrat – sebuah proses yang disebut glikolisis (proses piruvat).

Fisiologi sprint tidak serumit meningkatkan kemampuan endurance anda. Rider menggunakan energi yang tersimpan dalam tubuh secara keseluruhan dan setelah itu hilang dan cukup banyak yang hilang. Ketika anda melakukan sprint memasuki last kilometer ataupun dalam trek velodrome, tidak mungkin anda minum atau bahkan memakan gel penambah energi.

Karena makanan dan minuman tersebut tidak diproses seketika oleh tubuh anda. Berlatih dengan giat dan mengasah teknik sprint adalah modal utama meningkatkan kemampuan Sprint Anda.

Sumber: How to Improve Your Sprinting, Dr Garry Palmer, Cycling Plus, on Bike Radar

Tips Memperbaiki dan Merawat Rem (Brakes) sepeda gunung (MTB)

Rem (brakes) merupakan komponen yang sangat penting dalam bersepeda, sangat berbahaya jika kita bersepeda tanpa adanya komponen ini. Rem depan maupun belakang sepeda kita tentunya memerlukan perawatan sehingga dapat berfungsi dengan baik sehingga kita aman dan nyaman dalam bersepeda.

Berikut kami coba memberikan Tips dan Trik langkah sederhana untuk memperbaiki dan merawat komponen Rem sepeda gunung anda. Siapkan Toolset, Pelumas dan Cairan pembersih, buku manual.

1. Periksa kampas rem sepeda anda, baik anda yang menggunakan tipe konvesional (V-brake) atau menggunakan tipe Disc brake (cakram).

- Untuk V-brake cek kampas rem baik depan dan belakang, pastikan ketebalan masih mencukupi dalam arti masih bisa menempel pada pelek (rims) sepeda anda jika tuas rem di tarik.

- Untuk Disc Brake (cakram) pastikan kampas rem anda baik depan ataupun belakang masih tebal dan masih bisa menempel pada cakram (disc) jika tuas rem (brake lavers) ditarik.

Baik V-Brake atau Disc Brake pastikan kampas rem dapat bergerak secara bersama pada saat di lakukan pengereman.

2. Jika mempunyai buku panduan cara melakukan perawatan brakes (rem) sepeda anda, buku panduan tersebut dapat di jadikan acuan untuk perawatan, jika tidak tidak usah kuatir karena pada perinsipnya rem dengan V-brake dan Disc brake tidak terlalu berbeda jauh.

- Untuk V-brake jika kampas rem masih tebal dan layak tapi rem tidak berfunsi dengan baik, hal tersebut bisa terjadi karena setingan knob pada tuas rem baik depan dan belakang yang terpasang di stang kemudi tidak diatur dengan benar.

Putar dan aturlah knob pengatur tarikan (kabel) baik depan dan belakang, sesuaikan dengan kebutuhan pengereman, usahakan ketika tuas di tarik tidak terlalu dalam (dekat dengan handlebar-kemudi) atau terlalu jauh.

Ingat! jangan lumasi kampas rem anda hal ini membuat licin gesekan kampas dengan pelek (rims)

Untuk pengaturan knob brake levers (tuas rem) anda memerlukan tools standart dan tang untuk pengencang knob.

- Untuk Disc Brake jangan takut rusak meski terlihat lebih rumit tapi jika di lakukan dengan benar semuanya pasti berhasil. Disc brake ada dua macam dalam MTB sepeda gunung, ada yang masih menggunakan kabel ada yang sudah menggunakan hidrolis system (minyak rem).

Untuk yang masih menggunakan kabel (kawat) pastikan jika tuas rem di tarik master rem dapat bekerja dengan benar. Ketika Tuas di tarik otomatis master rem bekerja dengan menekan campas rem bagian dalam sehingga kampas rem menjepit disc brake (cakram). Jika kampas masih tebal dan rem tidak berfungsi dengan baik, bisa di coba dengan atur memutar kampas bagian luar sehingga terlihat lebih masuk (mendekati cakram).

Atur knob baik pada tuas rem dan master rem, pastikan ketika tuas di tarik kampas menjepit cakram sempurna dan jarak tuas tidak terlalu dalam atau terlalu pendek (jarak dengan handle bar (stang kemudi) jika di tarik (pengereman)

Lumasi kawat rem dengan semprotan pelumas yang banyak di jual, jangan terlalu banyak karena jika mengendap dan bercampur kotoran akan menggumpal. Ingat! jangan lumasi kampas rem anda hal ini membuat licin gesekan antara kampas dan disc brake (cakram)

Untuk anda yang sudah menggunakan tipe hidrolik (minyak rem) pastikan minyak rem dalam kondisi selalu ada pada box master rem tuas (dekat handlebar) jika kosong segeralah isi dengan minyak rem standart yang banyak di jual.

Pastikan Jika tuas di tarik kampas dapat menekan disc (cakram) dengan sempurna. Sama halnya untuk setingan knob model kawat maupun hidrolis.

Tips : Jika kampas ada masih terlihat bagus dan tebal akan tetapi ketika di rem terdengar bunyi, bersihkan kampas dan cakram dengan menyemprotkan WD-40 atau dengan menggosok cakram dengan air sabun dan lap dengan kain bersih. Lakukan hingga bunyi hilang.

3. Untuk mengganti kampas rem yang sudah aus atau tipis siapakan kunci L dan peralatan standart lainnya.

Untuk melepas dan menggati model rem V-brakes sangat sederhana caranya, tekan kedua sisi dudukan kampas lepas kawat pengaitnya. Setelah dudukan lepas barulah lepas kampas rem dengan kunci L. Untuk mempermudah penggantian lepaslah dulu roda depan dan belakang anda.

Untuk Mengganti kampas rem model disc brake (cakram) siapakan toolset standart lepas roda depan dan belakang, lepaslah master rem sehingga anda dapat leluasa membongkar kampas rem (jika ada buku petunjuk produk master rem yang anda pakai ikutilah secara seksama).

Untuk disc brake dengan master rem hidrolis anda perlu sedikit ketelitian di sini, pastikan ketika melepas master dari cakram jangan sampai tuas rem tertekan, karena akan membuang percuma minyak rem pada box minyak. Ikuti buku petunjuk dengan seksama untuk penggantian campas rem. Rem dengan teknologi hidrolis sudah ada yang menggunakan piston (seperti sepeda motor cakram) piston ini berfungsi menekan kampas rem.

Rawatlah selalu kebersihan kampas rem anda, cek selelu kondisi tuas, kabel dan minyak rem. Jika sepeda gunung anda habis di pakai di medan offroad dan banyak kotoran yang menempel segeralah bersihkan.

Komponen sepeda yang terawat akan memberikan kenyamanan dan keamanan ketika bersepeda, happy cycling.

Source :http://www.zonasepeda.com & http://goesbike.com

Tips Merawat Sepeda Gunung

– Bersepeda akan terasa nyaman jika sepeda yang kita kendarai selalu dalam kondisi bagus, bagaimana merawat sepeda gunung MTB agar selalu dalam performa maximum. Salah satu cara adalah dengan selalu mencucinya, mencuci sepeda gunung akan membuat sepeda bersih dari kotoran yang mengganggu kinerja dan performa optimal sepeda gunung kita.

Berikut merupakan Tips dan Trik untuk merawat sepeda gunung dengan cara mencuci sepeda MTB dengan benar, tips dan trik ini memberikan teknik membersihkan MTB mulai dari sadel hingga sistem pengereman. Keseluruhan proses dapat di lakukan tidak kurang dari 35 – 40 menit.

Berikut langkah-langkah mencuci sepeda MTB dengan baik dan benar :
1. Lepas semua aksesoris yang berada di handle bar (stang), misal : bel, lampu, spidometer dll. Jika anda menggunakan V brakes lepas kabel penghubungnya dengan menekan kedua sisi calipers. Teknik melepas kabel v brakes ini berlaku juga jika anda menggunakan V brakes pada roda belakang.

2. Putar balik sepeda anda, untuk menghidari lecet pada sadel dan grips kita dapat memakai alas yang tidak terlalu keras dan empuk misal kita dapat menggunakan matras dengan ketebalan 5mm.
Cara membalik sepeda dengan benar adalah anda berdiri di samping sepeda pegang bagian suspensi depan (down tube) dan satu tangan memegang seat pos (dudukan sadel). Kemudian putar secara perlahan hingga sepeda terbalik.

3. Melepas roda depan dan belakang, buka pengencang as roda depan dengan membukan klip pengunci jika ada, jika sepeda anda tidak menggunakan klip, anda harus menggunakan kunci pas sesuai dengan ukuran baut yang di gunakan sebagai pengunci as roda depan.
Untuk melepas Roda belakang, lepas pengencang as roda belakang, tarik kebelakang sistem pemindah gigi (RD) rear derailleur secukupnya sehingga roda belakang bisa di tarik keatas dan terlepas.

4. Membersikan sistem penggerak (rantai, gir, pedal, rear derailleur). Siapkan sikat dan air bersabun. Mulailah menyikat RD dengan sikat yang telah di basahi air sabun, untuk membersikan rantai gunakan lap kain yang lembut, basahi lap tersebut dengan air sabun putar rantai dengan memutar pedal anda kedepan sehingga rantai berputar. Tempelkan lap pada rantai sepeda anda sehingga kotoran yang ada menempel pada lap tadi.
Lanjutkan dengan membersikan Crank (gir depan, lengan pedal dan pedal) dengan sikat yang sudah di basahi dengan air sabun, sikat secara merata dan teliti sehingga semua bagian penggerak depan terkena air sabun dan kotoran terlepas, kemudian lap dengan lap bersih.
Bersihkan pedal dan bagian sisi dalam gir dengan sikat dibasahi air sabun, lanjutkan dengan mengeringkan dengan lap bersih.

5. Membersihkan bagian bawah frame, gunakan lap kain dan air sabun. Lap secara merata ke seluruh bagian frame, handle bar (stang depan), bagian top tube (frame atas), dan seatways (frame belakang). Jangan lupa membersihkan kabel pemindah gigi dan penarik rem.

6. Membersikan Sistem Roda.
Gunakan lap kain dan air sabun roda depan dan belakang, anda dapat menggunakan cairan pembersih kotoran jika ada kotoran yang susah di buang, misal menggunakan WD-40. Bersihkan kotoran pada as roda, hub dan keseluruhan roda termasuk jari-jari roda.
Jika anda menggunakan cakram pada roda anda cukup sikat dengan teliti di semua bagian cakram.

7. Mengecek Sistem Roda
Pasang kembali roda depan dan belakang, pastikan klip pengenceng roda terpasang denga baik dan dapat mengunci roda dengan sempurna. Mungkin kita sedikit menemui kesulitan untuk memasang kembali roda belakang, tipsnya masukan gir belakang di antara mata rantai dan tekan kebawah sehingga dapat masuk ke dudukan roda belakang dengan sempurna, lakukan dengan hati-hati.
Setelah semua roda terpasang cek putaran roda baik depan dan belakang amati dengan seksama apakah goyang atau tidak, jika goyang kemungkinan besar jari-jari roda perlu di stel ulang. Anda dapat memperbaikinya sendiri dengan menggunakan kunci jari2 roda atau membawanya ke bengkel sepeda.

8. Cek Sistem pengereman
Merupakan salah satu bagian fital dari sepeda ada rem, jika tidak dapat berfungsi dengan baik keselamatan kita menjadi taruhannya. Untuk mengecek rem roda depan berdirilah di depan sepeda anda dan tekan rem roda depan, kemudian tarik sepeda kedepan jika frame dan roda belakang terangkat berarti rem roda depan masih berfungsi dengan baik, jika tidak segera ganti kampas rem depan dengan yang masih bagus.
Untuk rem roda belakang, berdirilah di depan sepeda anda dan tekan rem belakang, jika roda depan terangkat diantara sela kaki anda kemungkinan rem belakang masih berfungsi dengan baik, jika tidak segera cek dan ganti kampas rem dengan yang baru.
Kedua tips untuk pengecekan sistem pengereman tersebut dapat di terapkan baik rem dengan V brake atau dengan Disc brake. Cek semua setelan kabel atau minyak rem (dish brake dengan oil).

9. Pelumas
Tip untuk melumasi bagian-bagian penting sepeda gunung anda adalah bagian rantai, shifter, sistem pengerak roda depan dan belakang (FD-RD), pedan dan lengan pedal.
Gunakan pelumas yang bagus jangan menggunakan oli bekas, gunakan cairan pelumas yang khusus untuk rantai, banyak beredar di pasaran adalah pelumas untuk rantai kendaran roda 2 bermotor.

Source :http://www.zonasepeda.com

Tips Memlilih Sepeda

Saat pertama kita membeli MTB dari beberapa toko toko sepeda…sebagai newbie, banyak yang terbius oleh produk eye catching atau bentuk sepeda yang kekar, atau berat frame dan komponen yg ringan, produk – produk branded,harga yg mahal ( karena menurut penjual harga menjamin produk tersebut ), dan lain-lain


Ternyata, survey dari beberapa atlit dan pembalap MTB yg mempunyai prestasi di kalangan lokal maupun nasional, bahwa sepeda yang diperlukan untuk MTB adalah sepeda yang stabil, berat full bike di sekitar 9,5 kg – 11 kg ( untuk XC/Trails ), komponen yang kuat, dan yang paling penting setting / fitting sepeda sesuai postur tubuh kita dan sesuai dengan style karakter MTB’ers itu sendiri.


Sepeda fullsus type trails,enduro,4X,dirt jump,AM,DH pun jika disupport dengan komponen HUBS,BB,PULLY RD yang halus dan ringan diputar tentunya lebih akan lebih mantap dikendarai dan dikendalikan di trek MTB…
Yang diperlukan untuk kita sebagai Mountain Bikers adalah sepeda yang stabil untuk bermanuver melahap beberapa tikungan dan turunan, juga ringan digowes/digenjot saat trek datar dan menanjak….
Sepeda yang ringan hanya enak untuk digowes pada route jalan menanjak dan panjang, akan tetapi bagi newbie tentunya akan sulit mengendalikan bermanuver dan menjaga keseimbangan saat turunan dan tikungan pada beberapa trek yang memang dirancang untuk bersepeda XC / Trails…apalagi jika trek sedang basah./licin….akan tetapi,mungkin jika yang menggunakan sepeda tersebut adalah atlit / pembalap yang profesional tidak akan menjadi masalah dalam hal manuver…
Di jalan aspal datar dan panjang pun sepeda yang super ringan…. tanpa didukung ratio gear yang berbeda dari komponen yang digunakan / dijual pada umumnya, akan dilewati / disalip dengan sepeda yang mempunyai beban rata2 pada umumnya……” dengan catatan stamina yang sama berimbang antara rider bersepeda super ringan dan rider bersepeda biasa” … karena top speed sepeda yang super ringan tanpa didukung final gear yang berat pasti akan kehilangan traksi saat di jalan aspal datar yang panjang……ibarat motor balap salah setting gear….yang akhirnya pada power yang dikeluarkan untuk top speed tidak sesuai dengan ratio final gear…

Singkat kata, jadi kesimpulannya sepeda yang stabil dan ringan di gowes / genjot kuncinya adalah berada pada :
1. geometris frame yang sesuai dengan postur tubuh dan memang di design / di research untuk RACE
2. tekanan fork / suspensi ( merk mahal pun tetap harus di setting sesuai karakter MTB’ers itu sendiri dan kondisi trek yang sering kita kunjungi )
3. Bottom bracket ( BB ) / bisa dicoba dengan ceramics bearing yang pasti lebih ringan dan halus saat digowes
4. Hubs / wheel set
5. Ban / tyre
6. Pully RD ( berpengaruh pada halusnya putaran rantai )

Semoga informasi ini bisa merubah pandangan kita bahwa sesungguhnya setting sepeda MTB berbeda dengan sepeda Road Race yang memang beban yang ringan adalah syarat diutamakan…. beli komponen – komponen yang bermanfaat….sepeda yang ringan diangkat belum tentu ringan digowes….

Cara bersepeda di saat lintasan basah / hujan

cek tekanan angin ban…jangan terlalu keras ( depan 25- 30 psi – belakang 30 – 38 psi sesuai lebar ban, berat badan rider dan berat sepeda )…berikan pelumas yang agak banyak pada rantai sepeda…

a. saat melihat jalanan yang digenangi air, baiknya dilintasi saja jika ban kita sudah lengket oleh tanah yang seperti donut agar terlepas….dan lewati jalan yang berumput untuk melepas tumpukan tanah pada ban.

b. saat melintasi jalan yang berlumpur usahakan hindari ke samping jika memungkinkan…atau lebih baik turun dari atas sepeda dan digotong saja…untuk menghindari trouble pada sepeda…atau jika ingin mencoba tetap melintasi pindahkan posisi chain ring gear depan ke posisi paling kecil, kemudian posisi sproket gear belakang ke gear paling kecil…..karena dengan posisi gear yang demikian otomatis posisi RD belakang menggantung ke atas….maka akan terhindar dari tercelup ke dalam air yang berlumpur….yang bisa mengakibatkan putus rantai atau RD patah karena putaran rantai akan tersendat akibat tumpukan tanah yang menyangkut pada selah RD….pelumasan pada rantai pun akan berkurang akibat terkena air dan tanah…..setelah melewati genangan tersebut kembalikan / ubah posisi gear anda sesuai dengan kondisi trek….sebaliknya ubah kembali saat melihat genangan lagi.

c. saat tanjakan curam lebih utamakan torsi dan RPM yang stabil / putaran yang bulat sesuai tenaga masing-masing untuk menjaga traksi ban belakang….posisi badan duduk tetap pada ujung sadle sampai ujung tanjakan…karena jika posisi kita berdiri saat menanjak di trek basah “tipis” kemungkinan kita dapat melalui bisa sampai di ujung tanjakan tersebut karena ban belakang kehilangan traksi…torsi hanya bisa didapatkan dari latihan strength, RPM yang tinggi min. 120 rpm, interval, sprint….

 d. saat turunan manfaatkan rem depan 60 – 70 %…rem belakang 40 % – 30 %…jangan panic jika sepeda meluncur terlalu cepat…jangan ditekan ke 2 rem sampai 100 % yang mengakibatkan jatuh yang beresiko tinggi….lebih baik jika panic rem 100 % di bawah setelah melalui turunan agar tidak jatuh salto atau terjatuh slide…jika mental tidak siap masih ragu – ragu lebih baik tuntun MTB…sah sah saja…pembalap berpengalaman pun masih beresiko terjatuh saat turunan licin…” BAIKNYA TETAP DIPELAJARI DAN DICOBA SEPELAN MUNGKIN”

Perlu kami sampaikan bahwa bagi pemula yang benar-benar baru mencoba bersepeda di JPG agar melatih putaran kaki dan jantung ( RPM min. 100 / menit selama 45 menit – 1 jam )….mengapa??? karena beberapa tanjakan di trek BMTB seperti tanjakan pisang, tanjakan sumur, tanjakan setelah turunan S, tanjakan S.D., diperlukan kayuhan sepeda yang cepat….banyak kita lihat pesepeda saat menaklukkan tanjakan – tanjakan tersebut posisi roda depan sedikit terangkat-angkat….dikerenakan putaran RPM yang belum stabil, belum bulat, masih patah-patah….padahal posisi badan sudah benar duduk di ujung sadle dan posisi bahu dan lengan menekan handle bar….

Latihlah RPM anda sebagus dan sehalus mungkin….manfaatkan waktu luang, jika tidak bisa melakukan outdoor karena sibuk dengan pekerjaan, lakukan indoor dengan sepeda statis…beberapa tempat gym menyediakan sepeda statis yang bagus dan instruktur RPM class yang cukup baik bersertifikat…

Berikut adalah program latihan bersepeda :

Level 1 : RPM

Level 2 : endurance

Level 3 : interval

Level 4 : interval strength

Level 5 : interval sprint / long sprint

Tujuan mengikuti program latihan bersepeda :

1. kesehatan

2. pembentukan mental yang tangguh

3. kekuatan stamina

4. kecepatan kayuhan

5. melatih otot jantung agar terbiasa dengan detak yang tinggi, olahraga sepeda MTB sangat riskan terhadap serangan jantung dikarenakan grafik jantung yang tidak stabil disesuaikan dengan kondisi trek yang tidak flat.

6. menghindari obesitas, menurunkan berat badan menjadi ideal, merampingkan perut pinggang dan pipi.

Memang program latihan menembus level demi level agak berat dilalui…akan tetapi dengan niat dan motivasi yang ikhlas demi target mencapai kekuatan stamina dan kesehatan diri kita sendiri tentunya level demi level akan tercapai sesuai dengan kebutuhan pengembangan tehnik dan keahlian tingkat permainan kita di olahraga sepeda MTB….walaupun mengikuti program latihan balap kita tidak mesti harus mengikuti kejuaraan balap sepeda, tetapi dengan program balap otomatis badan kita sehat dan kuat….rumah tangga pun harmonis…yang akhirnya bersepeda di manapun kita akan merasa “ FUN” tanpa harus tersiksa karena denyut jantung yang tinggi dan kontur trek yang berbeda – beda….

Demikian kami sampaikan sedikit informasi tentang cara bersepeda yang aman dan cepat, beberapa advise di atas kami dapatkan dari beberapa rekan – rekan pembalap dan mantan pembalap ( atlit dan mantan atlit ) yang memiliki prestasi di tingkat local maupun nasional, kemudian kami kumpulkan dan kami rangkum pada intinya saja. Jangan sungkan bertanya kepada para pembalap yang berprestasi. Karena sesungguhnya praktek di dalam trek lebih cepat bermanfaat dengan dipandu oleh mereka yang berpengalaman di bidangnya.

Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua dan bisa menghindari resiko kecelakaan yang fatal bagi diri kita, sahabat kita, saudara kita, dan rekan-rekan kita……

Source: http://jpgmtbpark.wordpress.com

4 Tips untuk meningkatkan dan menjaga stamina untuk Pesepeda Gunung

1.Alternatif pedal – posisi pedal waktu turunan

Bersepeda adalah suatu  bentuk simetris silang (kanan kiri seimbang) ketika Anda sedang mendaki tanjakan atau mengayuh dalam irama yang halus. Namun, selama turunan, mayoritas pengendara memakai  bantuan kaki tertentu (kebiasaan kaki kanan/kiri ) didepan seperti peselancar. Asimetris stress kronis ini menyebabkan tubuh untuk mengembangkan misalignments tulang belakang dan ketidakseimbangan otot yang menjadi kebiasaan terus menerus. Tukar posisi  kaki  secara berkala mungkin merasa sedikit aneh pada awalnya, namun perlu diingat bahwa dalam melakukannya, Anda benar-benar melatih kembali otot inti Anda yang berguna sebagai stabilizer untuk mendukung sikap bersepeda lebih seimbang.

 2.Hindari gula 1-2 jam sebelum waktu tidur

Sebagian besar pertumbuhan tubuh kita dan perbaikan (recovery ) terjadi sementara kita tidur, sehingga untuk mendapatkan istirahat yang cukup adalah faktor yang paling penting dalam pemulihan / recovery yang baik.   Insulin, dimana tubuh mengeluarkan dalam merespon meningkatnya kadar glukosa darah, menghambat pelepasan Hormon Pertumbuhan. Ini berarti bahwa setiap gula yang Anda makan ,akan mengurangi pemulihan tubuh anda ketika anda sedang tidur, dan ini termasuk tidak hanya es krim,  tetapi setiap karbohidrat atau alkohol yang anda makan .Jadi intinya tubuh bekerja untuk merubah makanan itu  menjadi gula dan menganggu proses Recovery

3.Alkalize sistem anda dengan zat hijau (makan sayuran)

Ketika tubuh kita bersifat asam, meningkatkan laju respirasi kita, dan kita menjadi lebih mudah-teler/capek. Hal ini terjadi karena sebagai Ph darah menjadi lebih asam, asam karbonat berkembang di paru-paru, paru-paru yang kemudian “meledak” dalam bentuk karbon dioksida. Beberapa contoh acidifiers darah (yg menyebabkan tubuh menjadi asm)  adalah: daging merah, kopi, merokok, minum alkohol, gula, dan stres emosional. Cukup menambahkan “minuman hijau” untuk program diet Anda secara substansial dapat mengurangi kerusakan radikal bebas dan alkalize Ph darah, sehingga mengurangi laju respirasi. Intinya perbanyak makan sayuran.. agar tubuh seimbang tdk bersifat asam

4.Pemeliharalah tulang belakang Anda

System kerangka Anda merupakan struktur, kuat namun dinamis yang memungkinkan Anda untuk duduk di meja selama delapan jam, kemudian berjalan taman, kemudian bermain dengan anak-anak anda, kemudian pergi off road di single-track, semua tanpa hambatan. Tulang belakang ini dirancang sebagai rumah dan untuk melindungi saraf tulang belakang, dan pasokan listrik ke seluruh tubuh, Hal ini bertentangan dengan kepercayaan populer, tulang belakang tidak membutuhkan pemeliharaan berkala. Sebagian besar dari kita  memiliki bermacam macam mobil yang berbeda, tetapi kita hanya memiliki satu tulang belakang . pemeliharaan periodik tulang belakang tidak hanya meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan keseimbangan struktural, tetapi mengurangi rasa sakit cedera, dan meningkatkan sistem saraf untuk kecepatan, kelincahan. Intinya rajin melakukan perengangan sendi tulang belakang, atau pijat siatsu agar tulang belakang kita tdk stress akan meningkatkan tenaga bersepeda kita

Source: http://jpgmtbpark.wordpress.com

6 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s